Tempat Berfoya-foya Para FlashFiction Lovers

Sunday, 30 June 2013

Prompt #18: Ada Apa dengan Lissa?

07:00 Posted by Red Carra
Selamat Pagi!

Mari bermain di Prompt yang baru lagi.... Feeling exciting? Mari kita mulai.

Prompt kali ini, berupa penggalan kalimat.

Aku terbangun. Lissa yang tidur di sampingku, meronta-ronta dan menjerit. Aku berlari keluar dari kamar.

Siapa aku? Siapa Lissa? Ada apa dengan Lissa?

Prompt kali ini kembali dipersembahkan oleh Hana Sugiharti.


  1. Gunakan kalimat prompt di atas pada awal, tengah atau akhir FlashFiction.
  2. Tidak boleh merubah prompt, dalam artian menyisipi kata, mengurangi kata dan menambah kata dalam kalimat-kalimat prompt tersebut. Gunakan apa adanya.
  3. Silakan dikembangkan sebebas mungkin.
  4. Silakan mengganti judul yang lebih pas dengan cerita pengembangannya.
  5. Silakan ditambah image sesuai dengan isi tema cerita. Tanpa image pun ga masalah.
  6. Link postingan silakan ditulis di form Mr. Linky di bawah ini.

Saturday, 29 June 2013

Fiksimini Game: MINUMAN

09:00 Posted by Istiadzah Rohyati , 3 comments
Selamat Pagi!
Pagi-pagi mari kita bikin MINUMAN dulu, baru bermain Fiksimini! ^_^

--------------------------------------



Harry Irfan
MINUMAN BERENERGI. Kuwasiatkan agar disediakan di sebelah jasadku. Aku tahu aku ini pendosa. Makanya, aku harus bertenaga menghadapi neraka.

Jiah Al Jafara
Es sirup, es kopyor, es cendol dan minuman lain sudah kusiapkan. Aku yakin di neraka pasti laku keras.

Lianny Hendrawati
JAMU. Pacarku meneguk minuman itu. Aku bersorak. Sekarang aku bukan calon ayah lagi!

Lianny Hendrawati
MINUMAN PENYUBUR. Ajaib! Tubuh istriku mulai dipenuhi rambut hitam dan panjang.

Riefgreat Junior
Kuteguk segelas minuman pembesar alat vital. Sempurna! Alat vitalku membesar, namun tubuhku mengecil.

Ronal Alex
IREX."Sial setelah meminumnya kemarin sore, celana dalamku menjadi sesak semalaman!"

Rini Bee Adhiatiningrum
Anakmu pintar sekali. Apa rahasianya? / Aku selalu memberinya vitamin kecerdasan. Dikonsumsi bersama dengan botolnya.

Rahmah 'Suka Nulis' Chemist
"Tidak. Terima Kasih. Aku tak mau memasukkan MINUMAN berisi air mata rakyat miskin di perutku."

Husfani A. Putri
JAMU TOLAK ANGIN. Aku pastikan tidak ada angin yang berhembus lagi selamanya.

Rini Bee Adhiatiningrum
Kopi ini mantap sekali. Apa rahasianya? / Ooh, biji kopinya kuseduh bersama luwaknya.

Kaka Akin
MANDOR. Keringat buruh tersaji di gelasnya.

Rini Bee Adhiatiningrum
MINUMAN DINGIN. Kunikmati teh panas yang baru diseduh ibu sambil duduk di dalam kulkas.

Rini Bee Adhiatiningrum
ES JERUK. Kumasukkan kulkas ke dalam gelas berisi perasan jeruk.

Rinrin Indrianie
LIDAH BUAYA. Demi minuman dingin berkhasiat ini, buaya-buaya di pulau Jawa menjadi cadel.

Rinrin Indrianie
AIR ZAMZAM. Aku menjerit saat meminumnya, lidahku terbakar. Sepertinya sudah positif kelak aku akan menjadi penghuni neraka.

Harry Irfan 
RAMAH. "Adek, tolong dibuatkan minum untuk tamu kita yang cantik ini," kupandang sinis ayah, ini sudah wanita kelima yang akan dijadikan istri.

Harry Irfan
BERKAT MINUMAN EKSTRAK PASAK BUMI. Akhirnya kakek bisa memberikan adik untukku.

Harry Irfan
"Kok baru muncul sekarang? Dari mana saja kau?" | "Aku hanya ke dapur mengambil minum, Bu!" | "Aku adikmu, ibu kan sudah meninggal 10 tahun yang lalu!"

Rini Bee Adhiatiningrum
PELEPAS DAHAGA. Kuteguk cairan itu dan tenggorokanku menghilang.

Phie Jatuasri
"Es susu, Bang ..." pinta seorang perempuan paruh baya. Belum ada 10 menit kuhidangkan pesanannya, perempuan itu menghilang. Yang kutemui justru seorang bayi bermain di kolong meja warungku.

Ronal Alex
"Minumlah obat ini supaya kau kembali muda." kata tabib itu. Hampir saja aku muntah ketika kulihat janin bayi ada dalam gelas besar yang disodorkan padaku.

Evelyne Ivoryanto
AWET MUDA. Kularutkan sehelai plastik kiloan ke dalam cangkir berisi teh jasmine. Teh awet muda siap disajikan. Para pelangganku akan secantik vampir.

Ajen Angelina
SALAH MINUM, begitu memakai kaca mata, Profesor Joko sadar air manis yang diminumnya tidak berakhiran huruf S.

Ajen Angelina
MINUMAN AWET MUDA, terbuat dari air susu istri muda.

Rini Bee Adhiatiningrum
MINUMAN KERAS. Setelah meneguknya, ia membatu.

Rosita J Aisyah
MINUMAN PENGHUNI NERAKA. Tumpah setetes ke bumi. Kehidupan berakhir.

Rosita J Aisyah
Malam tak sengaja meminum jamu lancar datang bulan. Purnama datang setiap hari.

Ajen Angelina
MINUMAN RINGAN, tegukan ke 1200, tubuhnya melayang

Riefgreat Junior
MINUMAN PENUNDA LAPAR. Kuminum segelas Okka Jelly Fish, seketika perutku hilang.

---------------------------

Kereeeeeeeeeeeeeeen! :D

Sampai jumpa, Rabu depan!

Friday, 28 June 2013

Aliran-aliran Dalam Kesusasteraan

08:30 Posted by sulung lahitani mardinata , 3 comments
Hai, hai, hallo. Ketemu lagi di Jumat belajar. Ga terasa udah di penghujung bulan Juni aja, ya? Sebentar lagi Bulan Ramadhan tiba pula. Oh, ya. Kalau kita suka membaca karya sastra, pasti kenal Fiksi Lotus dong? Nah, Fiksi Lotus ini biasanya menceritakan soal pengarang-pengarang besar atau pun aliran-aliran sastra yang mereka anut. Nah, kali ini agak serius dikit ya. Kita akan membahas alira-aliran dalam kesusastraan. Mari disimak.

Thursday, 27 June 2013

Karya Terpilih Prompt #17: Ibu Sarinah

Oleh: Riga Attararya



Sarinah memasang kacamata bergagang tebal ke wajahnya. Sejenak mematut diri di depan cermin. Dirapikannya anak rambut yang terurai ke luar dari ikatan rambut. Blus putih dan rok panjang warna krem melekat sempurna.

“Hari Senin, anak-anak pasti gembira masuk sekolah lagi.” Sarinah menyandang tas berisi buku dan melangkah perlahan ke luar kamar.

Pelajaran hari ini adalah Matematika, Sejarah, dan Bahasa Indonesia. Sarinah tahu mungkin ia akan sedikit kelelahan. Tak mengapa, ia bisa meminta izin pada kepala sekolah untuk beristirahat di jeda tiap pelajaran.
Seorang lelaki mendekati Sarinah. Setelah memberi salam ia berkata, “Pelajaran hari ini dipindahkan ke taman belakang ya, Bu.”

Sarinah mengangguk. Ia sudah terbiasa mengubah tempat belajar. Tak melulu di ruang kelas. Kadang di taman, kadang di lapangan rumput di bawah pohon rindang. Pokoknya di mana saja asalkan anak-anak bisa menyerap pelajaran dengan baik.

Ah, itu mereka semua. Duduk rapi di bangku panjang. Tak ada meja. Setiap anak memegang sebuah buku catatan. Wajah mereka berseri-seri.

“Selamat pagi, anak-anak.”

Serempak mereka menjawab. “Selamat pagi, Ibu Sarinah.”

“Hari ini kita belajar Matematika dulu ya.”

Sarinah berjalan menuju sebuah papan tulis di sebelah kirinya. Ia menuliskan sebuah persamaan Matematika sederhana.

“Nah, siapa yang bisa mengerjakan ini?”

Beberapa tangan mengacung. Sarinah menunjuk salah satunya. “Bahri, ayo maju.”

Yang dipanggil Bahri segera maju mengerjakan. “Sudah, Bu.”

“Wah, kamu pintar! Dan kamu tambah tinggi ya sekarang? Silakan duduk.”

Ibu Sarinah terus mengajar dengan semangat. Wajah tuanya tampak gembira. Mengajar adalah semangat bagi hidupnya.

**********

Dari jauh Raya mengawasi mereka semua. Setitik airmata bergulir di pipinya. Ibu Kepala Panti Jompo memegang pundak Raya.

“Terimakasih, Bu.”

Wanita berwajah lembut itu tersenyum. “Demi ibumu, Raya.”

Raya mengangguk. “Tolong sampaikan rasa terimakasih saya buat teman-teman. Mereka mau melakukan hal ini setiap minggu untuk Ibu saya.”

“Akan saya sampaikan, Raya.”

Raya berpaling pada Sarinah. Ibunya sedang memperhatikannya. Ia tersenyum.

---------------------

Original post ada di sini.

Wednesday, 26 June 2013

Kiat untuk Melawan Writer's Block ala Member MFF

12:41 Posted by Red Carra , 2 comments
Punya kiat khusus untuk mengatasi Writer's Block, teman-teman? ^_^

Mari sharing!!! ^_^

-------------------------------------

Carolina Ratri 
Aku suka nulis pake font-font lucu di word. Kadang lumayan bikin semangat loh :))) mungkin bisa dicoba hehe..

Rinrin Indrianie 
Aku pasti susah nulis kalo lama ga baca mbakyu, jd kalo lagi nge-blank begitu ya aku baca aja banyak-banyak.

Carolina Ratri 
Coba itu "imaginary friend" nya diajak jalan-jalan dulu X))

Eda Akbar 
Member baru, ikut gabung yah...
Kalo writer block, biasanya mancingnya dipake nulis-nulisgak jelas gitu, sambil ngupi-ngupi.. mariii....

Rinrin Indrianie 
Baca tulisan-tulisan lama, atau draft cerita yang belum selesai, biasanya si imajinary friend dateng lagi tuh hihihihi...

Ayu Ningtias 
Ada beberapa hal yang aku lakukan kalo lagi mampet ide, di antaranya:
1. Blogwalking atau baca buku. Abis itu kadang nyantol dikit idenya.
2. Nonton drama korea. Cukup untuk mancing ide, tapi biasanya kebablasan nonton sampe kelar dulu.
3. Ngrumpi sama temen kantor. Iseng tanya cerita yang berkaitan dengan tema.

Sementara itu dulu, Mbak. Mau kabur ke ruang miting lagi

Mel Puspita 
Kalau aku sih seringnya diemin saja sampai kemampatannya hilang. Dipaksa menulis juga nggak bakal jadi tulisan bagus. Paling ngepuitwit atau nonton film.

Sulung Lahitani Mardinata 
Bener banget mbak Mel Puspita. Saya sering sih dipaksain aja, biar ga ketinggalan prompt, tapi malah jadi gaje tulisannya.

Sekarang ga mau maksain lagi, apalagi gara-gara sering keteteran soal logika bercerita. #nugmpetdiwc

Kalau saya biasanya jalan-jalan sendirian ga tentu arah di dalam kota (ga jauh-jauh), sambil mengamati kegiatan orang-orang. Terkadang sengaja datang ke kafe/warung yang sepi. beli minuman sambil melamun, eh mikirin ide buat tulisan. Terkadang diramu juga dengan blogwalking, membaca, atau nonton.

Mel Puspita 
Atau dicari penyebabnya, misal aku jenuh nulis di blog, ya tulis di fb atau manalah, atau aku terlalu sibuk nulis dengan tema, ya kulepas dulu masalah tema, atau aku jenuh dengan genre tulisan ya kuubah, atau aku terlalu sering nulis cerita ya beralih ke puisi.

Rahmah 'Suka Nulis' Chemist 
Saya butuh masukan nih... ide numpuk tapi males banget nulis semenjak ngurusin blog monetize yg butuh perhatian khusus.

Carolina Ratri 
Nah, itu kayak saya Mbak Rahmah.. ide membuncah, tapi ga mau dikeluarkan dari otak. Kalo ada yang tau obat pencahar ide, tolong info ya...

Rinrin Indrianie 
Errr....jualan pil pencahar ide laku keknya ya di sini *kabur sebelum diguyur kopi* qiqiqiqiq

Muna Sungkar 
Baca buku dan nonton Mbak.. Works all de time. AT least for me hehe... Aku walaupun ada smartphone ke mana-mana tetep bawa buku jadi pas tiba-tiba dapat ide/dilempari ide ma ilham langsung deh dicatat.. Nah pas lagi buntu buka deh tu catetan

Evi Sri Rezeki 
Kalau saya biasanya:
1. Baca buku yang genre atau temanya nyambung sama yang lagi ditulis
2. Nonton film yang genre atau temanya nyambung sama yang lagi ditulis (kadang cara ini bikin senewen sendiri, karena gemes pengin baca buku atau nonton film lain yang enggak ada hubungannya sama tulisan).
3. Jalan-jalan
4. Brainstorming, ini penting banget karena ada bantuan pengembangan ide atau ditunjukan kelemahan ide kita
5. Tidur hehehe

Ayu Ningtias 
Kalo untuk kasusnya mbak rahmah yang penuh dgn ide saran saya seperti ini:
1. masukkan ide tersebut di draft tulisan. Sekedar kata pengantar aja biar idenya gak ilang kalo kelamaan di otak. Saya sering tuh dapat ide tapi males nulis akhirnya lupa deh

2. berikan waktu khusus untuk menulis. Bisa jadi pas bangun tidur atau sebelum tidur. Jadi gak terganggu dan mengganggu dengan aktivitas lain.

itu mungkin ya saran saya.

Rinrin Indrianie
Barangkali ada yang belom tau, di fiksi lotus ada postingan proses kreatif Alice Munro dan Haruki Murakami, siapa tau bisa kita contek

Jiah Al Jafara 
Ada ide di kepala tapi gak bisa dituangkan? hem aku larinya ke baca apa aja sih. Kalau tak sempat nulis di komputer karena berbagai alasan, biasanya aku masukin ke diary ide-ide pokoknya, gitu aja sih.

Ajen Angelina 
Kalau saya sejak awal tahun 2013 selalu nulis jam 5 sampai jam 7 dan entah mengapa kalau jam segitu ide lancar datang.. Kaya prompt 17 udah ada ide lagi cari mood buat nulis soalnya saya punya proyek nulis juga... Kalau saya maksain diri pernah dalam tempo 3 hari bikin novelet kelar 30 halaman tapi habis itu dua minggu ga bisa nulis. Jadi saya sih nulis jam 5 sampai jam 7 habis lewat jam itu saya melakukan aktivitas lain.. Kalau writer block saya suka jalan-jalan atau baca novel Sidney Sheldon dan Putu Wijaya... Kedua orang itu sumber inspirasi.

Jjam 5 sampai 7 sore... oh iya kalau wrier block saya juga suka main game candy saga, pou, dan restaurant story hihi.. *tambahan..

Masya Ruhulessin 
aku kalo writer block biasanya jalan-jalan sendirian ke tempat baru. hehe

Rini Bee Adhiatiningrum 
Kalau saya, kiat mengatasi writer's block ya berusaha rutin untuk menulis. jadi kalau bisa tiap hari nulis, kalau nggak tiga hari sekali atau minimal seminggu sekali. itu mentok banget. karena saya suka nulis FF, meskipun nggak wajib saya usahakan menyelesaikan promptchallenge yang diberikan. pokoknya bikin saja dulu. keluarkan semua ide yang bisa didapat saat membaca/melihat tugas prompt. nanti baru dipilih 1 ide yang mau difokusin untuk dijadikan tulisan. ide dapatnya dari mana? nah kemarin udah pernah dibahas sama mba isti kan? yang pasti, berusaha rutin nulis FF dan menjadi challenger setiap prompt yang dilempar itu bukan semata buat gaya-gayaan. tapi salah satu cara saya untuk menghalau writer's' block..

Riefgreat Junior 
Dengerin musik, nonton film.

Carolina Ratri 
Aku hampir sama sama Mbak Rini Bee... pokoknya nulis aja, ga peduli hasilnya geje apa mawut. stuck di tengah juga biarin. Suatu kali nanti, kadang pas writer's block juga dibuka2 lagi tulisan yg dulu stuck, kadang malah lancar lagi :)))) jadi tulisan jelek itu juga tabungan ide loh.. jadi nulis aja terus. trus iya bener banget, bikin jadwal jam berapa harus nulis, sehalaman dua halaman ga masalah. aku sih tiap jam 10 malem, sebisa mungkin close semua sosmed, fokus di tulisan. Kalopun masih konek ke internet, cuma buka google buat riset

Makasih yaaa semua sharingnya semoga yang lagi kena virus "Writer's Block" segera sembuh :))) uhuk uhuk

-----------------------------------

Tuh kiat-kiat mengatasi Writer's Block ala temen-temen MFF. Kalau kamu, gimana? Sharing yuk!

Tuesday, 25 June 2013

Dari Mana Dapat Ide Cerita?

08:30 Posted by Istiadzah Rohyati , , , 6 comments
Olrait. Kamis Sharing. Mari kita share, temen2 kalo dapat ide itu dari mana aja? Kalau saya, jujur, setiap kali baca berita kriminal itu selalu kuat banget ngingetnya. Bacanya antara seram dan senang; seram karena kok ada ya kayak begini di dunia nyata, senang karena dapat ide baru untuk fiksi saya. Hadeh, kok ya dari berita kriminal idenya.. -_-

Oke, silakan share di komen ya, ide temen2 paling sering datang dari mana? :))))

--------------------------------------

Sri Sugiarti 
Ide itu datang setelah mendengar cerita orang. Baik itu langsung face to face, melalui status kawan di Facebook, liat catatan Facebook kawan juga, dan ada pula cerita pribadi juga ding. Yang dituangkan ke dalam fiksi. Jadi banyak galaunya kalau aku fiksinya. Jadi ada senang, terharu, tragis, kadang juga lucu.


Harry Irfan 
Kalo saya dari film, kadang pas sehabis nonton film saya biasa gak puas sama endingnya, lalu terlintas lah premis sejenis dengan ending versiku.. Kadang juga dari keadaan sekitar sih, misalnya lg di angkot, dengerin obrolan orang, kayaknya dramatis, tinggal ditambahin twist deh.. Cuman masalahnya otakku kan agak-agak absurd gmana gitu, jadi kadang twistnya jg absurd.. Haha.. Ini ceritaku mana ceritamu?


Carolina Ratri 
1. dari buku. Semakin bagus buku, saya jadi semakin pengen ngejar bikin versi lainnya.
2. dari ngelamun sambil nyetir :))))) biasanya karena liat sesuatu di jalan. Makanya suka nyetir ga pake ac or musik. Biar peka sama sekitar.

Selama ini malah belum pernah nulis berdasarkan pengalaman pribadi. Semuanya dari imajinasi. Kalo pengalaman pribadi malah jadi malu. Kayak menelanjangi diri sendiri.

Hana Sugiharti 
Kalau saya ide muncul dari kegiatan sepele malah, biasanya lagi ngobrol sama temen, lagi jalan terus liat something atau lagi denger anak-anak ngoceh.

Rosita J Aisyah 
Kalau aku dari mana aja sih, kadang habis baca komik, nonton tivi, dari keadaan sekitar, kadang malah terlintas gitu aja waktu lagi bengong di WC. Kadang juga udah ngelakuin segala macem dari baca-baca sampai nontonin TV ide ngga dateng-dateng. :|

Rini Uzegan 
Ndenger dari pengalaman orang-orang disekitar, film, lirik lagu, gosip ibu-ibu dikampung wkwkwk.. Mungkin kadang saya campur dari pengalaman pribadi biar ceritanya lebih kerasa.

Ranny Afandi 
1. Buku, 2. Film, 3. Sekitar, 4. Cerita teman atau pribadi

Novia Ermayani Wahyudi 
1. Pas mengendarai motor, entah kenapa tuh ide mengalir kaya air selama perjalanan. mungkin karena banyak yang diliat di sekitar kali ya.. *jangan ditiru, bahaya*
2. Pengalaman pribadi, lebih mudah menjabarkan ide ketika menceritakan diri sendiri *mulai narsis*
3. Nongkrong di WC. Mungkin karena bisa ngelamun dll
4. Pas menyendiri

Rini Uzegan 
Kalo saya mah, justru ide itu sering muncul pas lagi ngangkat masakan gosong dari kuali #akibat keseringan masak sambil ngayal

Rinrin Indrianie 
Dari mana-mana, baca buku, nonton film, curhatan temen, berita koran, sampai ke sinetron geje dan atau inpotenment ituh. Tapi mostly aku nge-draft si ide cerita di kepalaku pas lagi macet di jalan Jekartah yg naudzubillah ini hihihihi...

Sulung Lahitani Mardinata 
Dari membaca, dari film-film yg pernah ditonton, dari cerita siswa2, dari melihat lingkungan sekitar, dan dari tulisan temen-temen sendiri.

Latree Manohara 
Aku lebih suka dari melihat hal-hal 'unik' di sekitar kita. Yang lucu, yang tragis, yang romantis, yang menyebalkan...

Rini Bee Adhiatiningrum 
Ide ya? Ide itu bisa ada di mana aja dan kapan aja sih sebenarnya. Kalau tulisan saya kebanyakan idenya datang pas saya lagi ngerjain kerjaan rumah tangga. Misalnya: ada prompt tentang lagu lalu saya baca cuplikan kalimat "Distance means so little when someone means so much" lalu saya tiba-tiba aja dapat ide tentang 'mengunjungi kekasih'. Nah yang jadi pikiran berikutnya adalah nyari ending yang twist dan membentuk kalimat di bagian ceritanya.

Atau pas lagi utak-atik di google translate. Iseng-iseng saya ketik tulisan 'beristirahat dengan tenang' dan saya ubah-ubah ke bahasa lain sampai ke bahasa Belanda. 'rust in vrede' lalu saya tiba-tiba nemu ide cerita dengan tokohnya bernama Rustin.

Kadang juga dapat ide setelah nonton film, My Sassy Girl, misalnya. Yang bagian ngubur-ngubur kenangan. Kapsul waktunya saya ganti endingnya.. Atau baca buku. Pengen bikin ending yang beda. Pas lihat kucing, pengen ngejadiin kucing tokoh utama, dsb. Ide juga bisa didapat pas blogwalking. pas baca, eh malah kepikiran bikin cerita dengan versi yang beda.

Alex Nyan Randy 
Kalo saya nonton anime sangat membatu ide yang datang.

Astin Astanti 
Dari status facebook temen...hehheee

Ari Ta 
Kalau saya sih dari melihat, mendengar dan membaca, simpel aja.
Tapi 'time' nulis sangat mempengaruhi.

Rinrin Indrianie 
Aku sering pergi ke public area (resto, mall, tokbuk, etc) sendirian. Merhatiin orang2 di sekeliling, kadang bisa jadi ide fiksi juga, dan malah penokohannya bisa langsung mendeskripsikan si orang tersebut.

Lianny Hendrawati 
Dari buku, tv, koran, dari sekitar misal saat jalan-jalan ke mall. Bisa dimana saja sih, tiba-tiba ide lewat begitu aja di kepala. Kadang saat njabanin prompt, dipaksa sekeras apapun nggak bisa muncul satupun ide. Eh klo lagi santai2 malah ide bersliweran di kepala.

Rini Maya Sofa si'Penjelajah 
Dapat ide? Biasanya dari pengalaman atau kadang pas lagi ngobrol bareng temen-temen atau liat kejadian sekitar. Pas ide nglintas langsung tulis di kertas *gawenya ke mana-mana ngantongin pena n selembar kertas#

Yang asiknya lagi, kalo idenya itu ada tentang teknologi canggih/ super canggihnya yang ini biasanya dari film. Macam film Jimmy Neutron the Boy Genius.. Hehe..

Kadang si ide juga malah tiba-tiba lewat begitu aja. Langsung catet. kalo nggk, bakalan ilang. mau ngingetnya lagi susah.. sayangnya kadang, nggak smua ide terselesaikan..

Rini Bee Adhiatiningrum 
Ide munculnya sewaktu-waktu. Gak bisa diprediksi. Bener kata mba Rini Maya, harus ditulis biar gak menguap. Kadangkala pas baca prompt, bisa langsung dapat ide. Kadang-kadang harus ditinggal dulu, ditinggal nyapu dan beberes eh tring dapat ide. Kalau gak ada ide, ya berhari-hari juga gak kelar itu prompt. Hehe.. Tapi kalo pas dapet, ya saat itu juga bisa langsung beres.. Jadi tulisan FF. Contoh tulisan yang begitu baca langsung dapet ide dan bisa langsung ditulis itu FF yang judulnya Lorong. Untuk BeraniCerita..

Riefgreat Junior 
Dari kejadian sehari-hari dan spontanitas. Saya adalah pemegang prinsip geje tapi tetep nge fiksi. Terlihat dari latihan FF saya yang kebanyakan ga masuk akal ;))

Sri Sugiarti 
Sama.dengan komennya mbak Ririn Handayani. Ide itu datang dia saat kita jalan-jalan...merhatiin orang iya aku banget tuh...perhatiin orang trus aku tulis kisahnya...hehehehe

Na Fatwaningrum Adianto 
Hehehehehe hampir semua pernah dapat ide waktu ke belakang yah, saya juga . Tapi kalo ditanya dari mana, agak susah njawabnya karena kalo dikasi prompt gitu kadang-kadang langsung kelebat aja nemunya. Mungkin akan mirip sama buku, film, ato lagu, tapi ya gitu ditanya...buku film yang mana, saya akan lupa :))). ada beberapa juga yang pengalaman pribadi sih, tapi wis diplintir abis-abisan . Ada juga yang tanya ide dari suami, wekekekekekeke *ini kalo wis blank bener2an :)))

Ajen Angelina 
Kalau aku idenya dari mimpi, datang tiba-tiba, habis baca novel, pas lagi jalan-jalan, pas lagi naik angkot, pas hujan, pas panas terik, pas lagi mandi, pas lagi BAB, pas lagi nulis komen ini.. Nulis dulu yakk!  Intinya ide datang dari mana-mana.

------------------------------------

Nah, kalau kamu, dari mana idemu menulis datang? ^_^

Sunday, 23 June 2013

Prompt #17: Profesi

07:00 Posted by Red Carra
Halo. How was your weekend, temans?

Monday FlashFiction makin seru dengan hadirnya wajah-wajah baru. Heuheu.. selamat datang ya semua, selamat bergabung. Semoga betah :)

Minggu ini kita akan bermain prompt Profesi. Profesi apa yang akan kita ulik untuk yang pertama kali?


Profesi apa hayo :D Keliatan banget lah ya...

Prompt kali ini dipersembahkan oleh Admin Monday FlashFiction.

  1.  Tokoh sentral boleh perempuan boleh laki-laki.
  2. Setting TIDAK BOLEH di dalam gedung sekolah/ruang kelas, tetapi BOLEH menggunakan kata kelas/sekolah di dalam narasinya.
  3. Tidak melebihi 300 kata.
  4. Silakan dikembangkan sebebas mungkin.
  5. Silakan mengganti judul yang lebih pas dengan cerita pengembangannya.
  6. Image boleh diganti dengan yang lebih sesuai.
  7. Link postingan silakan ditulis di form Mr. Linky di bawah ini.

Saturday, 22 June 2013

Fiksimini Games: KACA

08:30 Posted by Red Carra No comments
Hari Rabu nih.... Siap untuk Fiksimini Games?

Minggu ini, kita main-main dengan KACA, yuk! ^_^

Mainkan!!!!!


--------------------------

Ajen Angelina
BERDANDAN, sudah 1500 tahun dia duduk di depan kaca.

Lianny Hendrawati 
TAK INGIN BERPISAH. Kusimpan tubuh beku istriku di lemari kaca kesayanganku.

Alex Nyan Randy 
"Gawat kapten! Kapal kita masuk botol kaca."

Lianny Hendrawati 
DANSA. Pangeran impianku datang, kucuri sepatu kaca Cinderella beserta kakinya.

Ari Ta 
Kaca di dinding mendadak retak, ketika kamu melamarku.
Aku 75 dan kamu 17.

Alex Nyan Randy 
"Awas kaca!" Aku terkejut bisa menembus dinding kaca.

Ranny Afandi 
TOPENG KACA. Aku tersenyum puas. Wajahku sekarang, secantik Mila Kunis.

Helda Fera Puspita 
Perlahan, aku mulai menjauh dari awan-awan cantik. Kini, aku mulai bercinta dengan air laut. Aku terkena efek rumah kaca.

Rinrin Indrianie 
KAGUM. Sekali lagi, aku menatap seraut wajah di cermin, wajah yang begitu cantik mempesona, seandainya saja aku bisa menikahi dirinya.

Rinrin Indrianie 
KORUPTOR. Aku begidik, melihat lewat kaca pembesar ini, bapak dan ibu pejabat yang duduk di sana berkepala seperti cecurut.

Nina Nur Arifah 
NGACA. Kujejalkan cermin di pelupuk matanya.

Kaka Akin 
KUDA LUMPING. Sarapannya: bubur kaca hijau.

Lianny Hendrawati 
AWET MUDA. Darah perawan yang kusimpan di gelas kaca ini sungguh mujarab. Wajahku menjadi cantik kembali.

Lianny Hendrawati 
FIRASAT. Ini kado ulang tahun terbesar untukku, sebuah peti kaca dengan bunga kamboja di dalamnya.

Kaka Akin 
TANPA MEREM MELEK. Kelopak matanya kaca.

Evelyne Ivoryanto 
SINAR. Kumasukkan sisa serpihan kaca ke dalam tubuhku. Seberkas sinar mentari menyentuh kulitku. Sinar pelangi memancar dari kulitku. Yess!! Aku bisa menyimpan pelangi untukku sendiri!

Rinrin Indrianie 
SUSUK. "Mau paket yang mana, Jeng? Kalau pake berlian tahan lama lho." | "Mmm...kalau pakai kaca dapet diskon ngga, Mbakyu?"

Riefgreat Junior 
"Mak, lapar Mak!" Anakku merengek. Kusodorkan semangkuk pecahan kaca.

Kaka Akin 
PECAH BELAH. Hatinya ditempeli stiker 'fragile'.

Arya Dwipangga 
Wahai kaca-kaca yang memusuhiku,
Kalian sembunyikan dimana wajah tampanku?

Ayu Ningtias 
Patung kaca di samping pintu jatuh kesenggol Marni. Tubuh suamiku terjulur dari dalamnya.

Ayu Ningtias 
Aku terjebak di rumah kaca. Aku terpaku dan akhirnya beranak.

Ayu Ningtias 
Gelas-gelas kaca kembali berdenting nyaring. Taringku semakin meruncing.

Erlinda Sukmasari Wasito 
"Kubunuh kau!" ujarku. Bayangan di kaca tertawa mengejek. Aku menikamnya. Dari mulutku terdengar lolongan kesakitan.

---------------------------------------

Sampai jumpa Rabu depan! ^_^

Friday, 21 June 2013

Teknik Meresensi Buku ala MFF

09:00 Posted by sulung lahitani mardinata , 9 comments
Hai, hai, hallo. Wah, lama ga ketemu ya sahabat MFF. Sebelumnya mau mnta maaf dulu, nih. Dua kali Jumat kita ga belajar Kebahasaan. Nah, kali ini saya mau menebus permintaan teman-teman. Yakni, mengulas teknik meresensi. Oke, langsung aja ya.

Thursday, 20 June 2013

Karya Terpilih Prompt #16: Kisah dari Balik Jendela

08:30 Posted by Red Carra , , 1 comment
Oleh: Rini Uzegan

credit: dokumentasi pribadi Hana Sugiharti

“Nggak mau! Ini punya Rara!”

Adit menarik sendok dan nasi bungkus yang ada di pelukan Rara.

“Adiiiiiiit, kembaliin!”

“Ini Punyaku! Wek!” Adit menjunjung tinggi bungkusan itu, tapi tiba-tiba Rara menyundul punggungnya dari belakang, hingga mereka berdua terjatuh dan bergulat di lantai.

Marni panik dan tergopoh-gopoh keluar dari dapur, lalu segera melerai kedua anaknya yang lincahnya naujubillah. Dia mengambil paksa nasi bungkus yang ada di tangan Adit dan meletakannya di tangan Rara.

“Kalian ini apa-apaan sih! Kan udah punya satu-satu, kenapa masih rebutan?!"

“Tapi Adit kan masih laper, Bu.”

Secepat kilat Adit merampas nasi bungkus yang dipegang Rara, hingga terjadilah adegan tarik menarik, tapi akhirnya... Brak! Bungkusnya robek dan karetnya putus. Semua isinya berhamburan keluar.

Marni, mengelus dada. “Heran nih anak dua! Badan udah kayak gajah Way Kambas, tapi kelakuan kayak orang yang nggak makan tiga hari. Kalian liat tuh si Hana. Nggak banyak tingkah, pendiam, penurut lagi. Kalo kelakuan kalian kayak gini terus, Ibu nggak mau ngasih makan kalian lagi! Emangnya nyari uang itu gampang?”

“Yah, jangan Buuu…” Rara dan Adit mengumpulkan remahan nasi yang berserakan serta dua potong paha ayam yang terpental sampai ke kolong meja.

“Nih, kalian makan punya Ibu aja. Nasi yang itu buang aja, udah kotor gitu ntar kalian malah sakit perut lagi.”

Hana diam saja, dia memilih untuk melihat ke luar jendela. Matanya menatap halaman luas yang membentang di depan matanya. Anak-anak tertawa riang bermain di taman. Ada yang sedang berlarian dan ada yang sedang makan bersama. Hana tertunduk.

Marni ke dapur lalu kembali dengan sepiring gorengan. “Hana, yok sini makan dulu. Ni ada pisang molen kesukaanmu.”

“Iya Bu.” Hana mencubit Pisang Molen yang diletakkan Marni dalam sebuah piring plastik. Kemudian dimakannya sampai habis. Sesekali diteguknya air putih yang tergeletak di sudut jendela.

Setelah kenyang. Hana kemudian duduk bersandar di sisi jendela, beristirahat dan berusaha memejamkan mata.

“Hana. Sebelum kamu tidur, jangan lupa cuci piring dan beres-beres, ya?” seru Marni.

“Iya, Bu.”

“Oh ya, kamu kan udah makan pisang molen. Jadi jatah nasi bungkusmu buat Ibu, ya?"

Hana mengangguk.

“Besok-besok, kamu harus bisa dapetin uang kayak gini lagi pokoknya, ya? Kalo udah terkumpul, Ibu bisa beliin kamu baju lebaran. Kamu mau kan?”

Hana mengangguk lagi. “Boleh nggak besok Hana makan nasi bungkus kayak yang tadi sama beli sandal baru, Bu? Tadi siang, pas Hana dikejar-kejar petugas kamtib, sandal Hana nyangkut di got dan hanyut di selokan. Trus Hana nangis di bawah jembatan tempat biasa Hana duduk, eh ternyata malah banyak yang ngasih duit, Bu.”

“Bagus, pinter kamu Na!" Marni tertawa senang. “Kalo kamu bisa dapet dua kali lipat dari jumlah hari ini, nanti nasi dan sandalnya Ibu pertimbangkanlah pokoknya. Yang jelas, besok kamu praktekin lagi nangis kayak tadi siang yah! Kalo kamu nggak bawa uang, Ibu nggak jamin kamu besok-besok bisa numpang disini lagi. Inget itu ya!"

------------------------------

Original  post ada di sini.
Ditulis ulang dengan sedikit penyuntingan di sana sini.
Sampai jumpa Kamis depan! ^_^

Tuesday, 18 June 2013

Review Buku: Marginalia

02:00 Posted by Rahmah 'Suka Nulis' Chemist , , 1 comment
Aruna. CENGENG! Tulisan singkat dan rapi di kumpulan puisi Rumi kesayangan almarhum Padma membuatku terbakar. Kurang ajar! Berani-beraninya cewek dingin berhati belatung itu menodai kenangan Padma. Belum tahu dia berhadapan dengan siapa. Aruna, vokalis Lescar, band rock yang paling diidolakan. Tunggu pembalasanku!

Drupadi. Aku tak punya waktu untuk cinta. Meski nyaris tiap hari aku berhubungan dengan yang namanya pernikahan, ini hanya urusan bisnis semata. Aku tak percaya romantisme, apalagi puisi menye-menye. Hidup ini terlalu singkat untuk jadi melankolis. Namaku memang Drupadi, tapi hatiku sudah tertutup untuk laki-laki.

***
Pertama kali melihat novel ini di deretan rak buku Gramedia, mengingatkanku pada salah satu penulis yang menyebutkan novel ini dalam twitternya. Judulnya sangat menarik, design buku yang cantik, ditambah embel-embel pemenang kedua lomba penulisan romance qanita dan sinopsisnya yang menarik, membuat aku tak ragu untuk memasukkannya dalam kantong belanja. Biasanya aku selalu ragu dengan novel dengan design cantik, karena pengalamanku, novel design cantik selalu berakhir dengan cerita yang tak menyenangkan bagiku.
Membaca sinopsisnya membuatku berpikir, novel ini pasti beda dengan novel romance yang biasa aku baca. Sedikit dibuat tercengang dengan pemilihan nama untuk tokoh utama novelnya. Aku bertaruh pasti tak banyak yang tau Drupadi dalam cerita Pandawa.
Membuka lembar bab pertama, membuatku berpikir, ahh artis lagi artis lagi untuk karakter tokoh, sedikit berharap, novel ini bakal membuatku betah untuk membacanya apalagi dengan embel pemenang kedua.
Harapanku terkabul! Aku tak berhenti untuk membuka lembar demi lembar halaman novel ini. Ceritanya yang mengalir, tidak ada kata lo-gue, pemilihan kata yang enak dibaca membuat aku betah dan rela untuk tidak menyentuh gadget demi menyelesaikan novel ini.
Marginalia, apa sih itu? Sejenis makanan kah? Ternyata marginalia adalah semacam footnote untuk tulisan di buku. Jika kita menyukai tulisan di satu buku, tinggalkan coment atau gambar untuk menandainya. Berlaku juga untuk ketidaksukaan terhadap tulisan tersebut. Coment atau gambar itulah yang disebut marginalia. Dalam novel ini, marginalia juga digunakan untuk nama kafe yang tersembunyi di dalam jalan setapak.

“Tanaman rambat, bedeng bunga, dan lentera tua tertata rapi menghiasi sepanjang jalan setapak, berusaha  mengundang orang untuk masuk ke sana.” (Hal. 16-17).
“Aku teringat menginjak rerumputan yang basah, patung cupid dan bunga teratai di dalam klam, petir yang mengguncang, dan akhirnya suara lonceng saat Chiya mendorong pintu.” (Hal.18)
Pengambaran kafe Marginalia milik Gandi dan Sonya seakan membawa kita ke dalam suasana kafe kuno nan eksotis.
Konflik yang terjadi antar tokoh bisa dibilang ‘biasa’ terjadi untuk ukuran novel romance. Tapi, saya salut sama penulis yang meracik konflik tak hanya sekali tapi berkali dan bisa menyelesaikan konflik itu tanpa kesan terburu-buru.
Drupadi yang diceritakan adalah sosok perempuan mandiri, berhati keras dan pemilik wedding orginizer Luna Nueva, bertemu dengan Aruna,  seorang rocker yang masih berkubang dengan masa lalu. Penulis mampu mengeluarkan karakter dan sifat-sifat dari para tokohnya. Aku larut dalam membaca lembar demi lembar novel ini. Endingnya bisa kita tebak, Drupadi akhirnya bersama dengan Aruna, tapi jalan menuju ending membuat novel ini berbeda dengan novel romance yang biasa aku baca.
Di halaman 135, ada sedikit typo. Pesona di tulis persona. Kesalahan kecil ini aku abaikan karena novel ini menyajikan cerita yang mengalir dan beda.
Bisa aku tebak, penulis ini suka dengan kisah pandawa. Mengangkat kisah Arjuna dan Drupadi sebagai latar untuk novel ini, tapi tidak dijelaskan secara detail dalam novel, hanya digambarkan sambil lalu saja. Sangat jarang mendapati novelis romance atau metropop dan sejenisnya mengangkat kisah pandawa dan latar yang Indonesia banget dalam cerita mereka.
Bagi aku, sebuah novel dikatakan bagus versiku,  jika novel tersebut memberi suatu pengetahuan. Dan novel ini termasuk di dalam kategori bagus menurut versiku. Sebuah pengetahuan baru mengenal arti marginalia.
So, buku ini highly recomended bagi Anda pecinta novel genre romance atau metropop. 

*) Aku kasih 4 dari 5 bintang. Artinya buku ini wajib dikoleksi dan dibaca


Judul Buku : Marginalia
Penulis : Dyah Rinni
Penyunting : Triani Retno Adiastuti
Tebal : 304 halaman
Penerbit : Qanita (PT. Mizan Pustaka)
Reviewer:Ranny Afandi
 
 

Sunday, 16 June 2013

Prompt #16: Kisah dari Balik Jendela

07:00 Posted by Red Carra
Selamat Hari Senin. Yay!

Prompt #15 yang lalu pecah rekor dengan peserta yang paling sedikit. Hehehe.. kenapa? Susah ya? Padahal cuma diminta cerita tentang AIDS kan, dengan segala tetek bengeknya. :) Tapi yang masih penasaran, masih boleh loh setor sampai kapanpun. Silakan aja. Jangan lupa kasih tautan di grup juga ya.. Supaya dikunjungi dan dikomen. Soalnya kalo ga, nanti kelewat.

O iya, Prompt #15 kemarin merupakan prompt terakhir yang boleh diikutkan dalam Proyek Buku The Best of Monday FlashFiction ya. Jadi pada ikut kan semua? Ikut dong ah... Kapan lagi ada kesempatan, ikutan dibukukan sambil berbagi. Hohoho...

Sekarang kita main-main di Prompt #16 yuk.. Semoga kali ini lebih baik ya. Prompt kali ini berupa image. Ini dia...


credit: dokumentasi pribadi Hana Sugiharti



  1. Silakan dikembangkan sebebas mungkin.
  2. Silakan mengganti judul yang lebih pas dengan cerita pengembangannya.
  3. Link postingan silakan ditulis di form Mr. Linky di bawah ini
  4. Silakan menambahkan image yang mendukung cerita, jangan lupa creditnya. 
Semangat! Selamat berimajinasi!

Saturday, 15 June 2013

Fiksimini Game: MEMBAYAR

08:30 Posted by Istiadzah Rohyati , , 3 comments
Banyak cara kita membayar sesuatu yang sudah kita "beli". Kita lihat yuk, cara apa saja dipakai oleh teman-teman member Monday FlashFiction untuk membayar apa yang mereka "beli".

 -------------------------------------------

Latree Manohara 
SKRIPSI Sebenarnya aku jijik setiap kali kau menyentuhku. Tapi tak apalah, jika ini yang harus kubayarkan agar skripsiku cepat kau setujui.

Ari Ta 
"Berapa sih harganya? Aku sanggup membayarnya dengan gigi palsuku." Sambil menatap tank top warna pink.

Ajen Angelina 
UANG PALSU. Ah sial, tadi malam gue diperkosa, runtuk seorang PSK menatap lembaran uang yg ditolak kasir supermaket.

Rosita J Aisyah
"Berapa semuanya?"
"Lima puluh ribu rupiah."
Segera kurapal mantra pada selembar daun.

Ajen Angelina
 Joko mencabut sehelai rambutnya dan memberikannya pada Bayu.
"Semoga ini bisa membayar utang, Tuan," ujarnya.

Evelyne Ivoryanto 
IJAZAH. Kutatap nanar ijazahku. Hanya selembar kertas, tetapi harganya sangat mahal: sumbangan sebutir ovumku untuk Bu Diah,istri kepala sekolahku yang infertil.

Lianny Hendrawati 
MEMBAYAR TUNAI. Kuambil jantung istriku yang masih merah. Hutangku kepada tuan tanah itu lunas.

Lianny Hendrawati 
Uang sekolahku sudah dibayar lunas oleh ibu. Kucium kepala ibu yang kini gundul.

Kaka Akin 
JUAL AYAM KAMPUS. Pembayaran boleh dicicil.

Kaka Akin 
Dijual: Dada 36C. Pembayaran lewat Paypal.

Ajen Angelina 
"Bu, aku mau bayar ayam yang kemarin. Boleh dipesan lagi ga?"
"Ayamnya lagi kuliah, Mas."

Rahmah 'Suka Nulis' Chemist 
Dibayar Tunai. Terpaksa karena stok tulang paha wanitaku sudah habis.

Kaka Akin 
MALAM. Siang sedang membayar utang tidurnya.

Ayu Ningtias 
Demi kenaikan kelas, tak jadi masalah jika buah dadaku harus digilir.

Ayu Ningtias 
"Bagaimana aku harus membayar semua kebaikanmu, Tuan?"
"Tak usah kau pikir. Mengabdilah padaku setelah kau mati, itu saja."

Lianny Hendrawati 
MEMBAYAR MAHAL. Kuserahkan jiwa anakku demi mendapatkan tas Hermes impianku.

Harry Irfan 
IJAB KABUL. "Dengan seperangkat alat sholat dan mahar uang sebesar Rp11.062.013 dibayar tunai! Sah?" | "Tunggu, kembaliannya belum pas nih!"

Kaka Akin 
Dijual: Dunia. Pembayaran dilakukan di neraka.

Riefgreat Junior 
Aku rela menyerahkan tubuhku beberapa jam, untuk membayar biaya berobat Ibuku.

Riefgreat Junior 
Kujajakan pita suaraku untuk membayar angsuran biaya kuliah.

Sari Widiarti 
NYAWA DIBALAS DENGAN NYAWA. Para setan mengantri untuk menagih hutangku yang belum lunas.

Kaka Akin 
BAYAR DI MUKA. Ia meletakkan uang di wajah kasir.

Kaka Akin 
TERIK. Matahari membayar utang pada bumi.

Alex Nyan Randy 
Aku membakar sejumlah uang untuknya, agar dia dapat membayar penginapan di alam baka.

Na Fatwaningrum Adianto 
BARTER. "Kamu akan bayar pake apa beras ini?" Segera kulepaskan kepalaku, aku tak lagi membutuhkannya.

Rini Bee Adhiatiningrum 
Seluruh negeri mendadak sunyi. Karena aku telah membayar untuk suara-suara mereka saat PEMILU.

Kaka Akin 
SAUDARA KEMBAR. Bayar satu dapat dua.

Ajen Angelina 
Pukul dua belas malam, dia berdiri di pinggir tebing. "Selesai sudah utangku di dunia," katanya lalu meloncat turun. Tak sampai dua detik sepasang sayap hitam muncul dari punggungnya.

Rinrin Indrianie 
DEFISIT. Tabungan pahalaku menipis untuk membayar dosa yang -entah kenapa- selalu saja aku kerjakan. Semoga bisa kubayar lunas kelak, karena sudah kucuri catatan pahala pak haji.

Rinrin Indrianie 
LUNAS. Hutangku pada ibu terbayar sudah, kubelikan rumah berkolam renang untuknya di surga.

Kaka Akin 
PAS FOTO. Kerinduanku baru terbayar separuh.

Rinrin Indrianie 
IBU KOST. Akhirnya aku tidak perlu bayar uang kost selamanya, perempuan tua itu menyandera keperjakaanku.

---------------------------------------

Sampai jumpa minggu depan! ^_^

Friday, 14 June 2013

Pemerkosaan Yang Kita Lakukan Terhadap Flash Fiction Yang Kita Tulis Sendiri.

11:00 Posted by Latree , 11 comments

Sadar nggak sih, kita sering melakukannya ketika menulis flash fiction?

Berulang  kali kita bahas, bagaimana flash fiction adalah sebuah ruang yang sempit untuk menceritakan sebuah konflik dengan bantingan di akhir cerita. Karena itu lah kita sering tanpa sengaja  melupakan logika, menciptakan lubang-lubang. Kadang sebenarnya kita menyadarinya, tapi abai dan membiarkan tulisan kita begitu adanya. Lalu dengan ringan melempar alasan: yah namanya juga dibatasi karakter, susah mau menjelas-jelaskan. Padahal yang harus kita lakukan bukan menjelas-jelaskan, tapi mencegah adanya lubang itu.

Belum lagi kesibukan kita menciptakan twist, yang akhirnya menghasilkan cerita yang berputar berbelit, mengundang banyak pertanyaan. Lalu kita sibuk menjelas-jelaskan ketika orang bilang tidak mengerti maksud ceritanya. Flash Fiction tidak begitu. Dia mestinya langsung membuat pembacanya menangkap apa yang ingin disampaikan. Jika ada satu dua yang tidak mengerti, oke lah, anggap saja yang tidak mengerti itu lemot. Tapi jika hanya satu dua yang mengerti, dan hampir seluruh sisanya harus mendapatkan penjelasan, boleh disebut ff kita gagal.

Ada lagi pemerkosaan yang kita lakukan, yaitu menciptakan jebakan yang tidak adil. Tidak wajar. Tidak netral.

Dalam sharing kali ini akan dibahas kritikan Mas Aulia Muhammad terhadap dua tulisan admin tersayang, Latree dan Carra. Sengaja tulisan admin yang dipilih, untuk menunjukkan bahwa admin pun sedang dan akan terus belajar menulis flash fiction dengan baik...

Yang pertama FF milik Carra, remake Prompt #1 G-String Merah. 

Di sini Carra membuat jebakan dengan mengarahkan pembaca agar berpikir bahwa Dion adalah laki-laki.  Selain dengan clue rambut pendek spiky, terutama juga dengan namanya.

Dan ini lah komentar Mas Aulia:
Ada cerita yang sengaja dibikin menyesatkan, ada cerita yang sesat sebagai strategi penceritaan. Cerita misteri misalnya, dia tidak menyesatkan pembaca karena tersedia berbagai kemungkinan yang membuat kita mengangguk-angguk di akhir cerita.
Cerita yang sesat sebagai strategi penceritaan harus dilakukan dengan netral. Apa yang dilakukan Carra itu cara yang ''tak bagus'', terlalu gampang. Jika mau bermain di ''nama'', ada model yang lebih wajar. Nama itu bukan disebutkan narator. Jika nama disebutkan narator, kesesatan itu disengaja, bukan sebuah ''pilihan yang diambil pembaca''. Harus dibedakan antara ''pembaca yang tersesat'' dan ''pembaca yang disesatkan'.
Jika diubah ke ''pembaca yang tersesat'', maka bisa begini: Seluruh nama Dion di bagian cerita, diganti jadi ''dia''. Itu wajar, ‘dia’ dalam bahasa kita bisa perempuan bisa laki-laki. Lalu di satu titik  kita buat pembaca mengambil kesimpulan yang bisa berbeda. Ketika Anin keluar dari kamar mandi, dia bisa menyapa langsung, ''Dion sayang....''. Jadi pelaku yang menyebut nama Dion, bukan narator.
Di bagian akhir, di berita, Dion itu bisa dijelaskan sebagai Dionita. Inilah yang namanya ''narator yang netral''.


Kedua, FF milik Latree dari prompt #15, Aku Mencintamu Sampai Mati. 

Pada FF ini, ada hal yang tidak wajar secara logika. Ini komentar Mas Aulia:
Adam polisi? Jika bukan, bunuh dirinya dibuat yang ringan-ringan saja, bukan pakai pistol. Kecuali settingnya di Amrik. Di Indonesia warga sipil susah mau punya pistol.
Argumen Latree: Jika bukan pistol, agak aneh jika Sinta mau mengaku sebagai pelaku, untuk menebus rasa bersalahnya.

Solusinya: Tetap bisa, alat bunuh dirinya racun. Jika ingin tetap pakai pistol, akan lebih wajar jika Adam itu seorang polisi. Dan untuk menunjukkan bahwa Adam adalah seorang polisi tidak perlu menambah kalimat penjelasan. Cukup dengan mengganti kalimat “Polisi sedang mencari tahu kenapa dia melakukannya” dengan “Teman-teman di kesatuannya sedang mencari tahu kenapa dia melakukannya."

***

Hal-hal seperti yang dibahas di atas itu, mungkin terasa sepele tapi sebenarnya vital.

Nah, bagaimana teman-teman? Apakah kita akan terus memerkosa tulisan kita, membiarkan kewajaran hilang, berdalih jumlah kata membatasi ruang cerita dan imajinasi? Ataukah kita akan mencoba belajar selalu berpegang pada logika dan berusaha menciptakan jebakan yang netral dan wajar?

Thursday, 13 June 2013

Karya Terpilih Prompt #15: Bersamanya

08:30 Posted by Red Carra , , 2 comments
Oleh: Maniak Fiksi



Ujung jariku masih terasa perih. Agak basah. Aku sengaja mengulumnya. Menyesap darah asin yang sudah bercampur sabu.

***

“Apa untungnya kau terus mengejarku?” gadis manis di depanku terlihat semakin kurus. Matanya yang cadas, kini sendu penuh embun.

Aku masih duduk di depannya. Bergeming. Menikmati sisa indah yang sekejap muncul saat dia menangis.

“Makanlah, aku sudah membelikan cumi pedas kesukaanmu. Pil nyawa sudah kutebus juga.” gadis itu beranjak dari ranjang, lalu mengambil piring dan dua gelas kaca.

Kardus bekas mi instan kugeser ke bawah ranjang. Memberi ruang lebar di antara ranjang dan lemari. Meja lipat kubuka di tengah.

“Kau dapat uang dari mana lagi?” Dia membuka bungkusan sambil terus menatapku.

“Sudahlah itu bukan urusanmu.” Sesuap nasi langsung aku terbangkan ke mulutnya. Dia membuka mulutnya lebar-lebar dan melahapnya habis.

“Kau tidak makan juga?”

“Sisamu saja kalau kau sudah kenyang.” Kusendokkan lagi dengan penuh nasi dan cumi.

“Jarimu?”

“Tidak apa-apa.”

“Kau…?”

Segera kuletakkan sendok dan beranjak membelakanginya.

“Habiskan makanannya. Jangan lupa minum Antiretroviral.” Aku lesap meski dia berteriak memanggil namaku.

***

Tubuhku bergetar. Keringat dingin membuatku kuyup. Sisa tenaga kugunakan untuk mengambil jarum suntik di meja. Menusuki ujung jari untuk kembali kusesap hingga tubuh kembali hangat.

Uang di dompet terlalu berharga untuk diriku. Tidak untuk memperpanjang hidupnya.

***

Sebungkus nasi hangat kutenteng dengan lauk kesukaannya. Dua minggu sekali seperti biasanya.

Gadis itu semakin pucat. Duduk di depan kamar kosnya. Begitu melihatku datang, dia berdiri dan segera masuk ke dalam kamar. Dari jauh aku masih mampu mendengar bunyi gebrakan yang kasar.

“Untuk apa kau datang lagi?”

Satu senyum aku berikan kepadanya. Meski separuh. “Membawakanmu obat dan makanan,” aku mengambil piring dan menumpahkan nasi dan lauk di atasnya.

“Lebih baik aku mati dari pada kau menyiksa dirimu sendiri. Aku ini bukan apa-apamu!” Sesendok nasi kuluncurkan ke mukanya. Beberapa saat sendok dari tanganku terlepas dan nasi berserakan di lantai.
Suasana membeku.

“Pergilah. Jangan kau sia-siakan hidupmu denganku!”

“Hidupku sudah sia-sia.” jawabku lemah sambil mengambil nasi dengan jariku. “Buka mulutmu dan makanlah.”

“Pergilah!”

“Aku ingin bersamamu!”

“Pergilah!”

***

“Tidak seorangpun mampu memisahkan kita, termasuk kau.”

Aku mengecupnya lemah seusai pergumulan panjang semalaman. Mungkin aku terlalu gila dengan mencintainya tak habis-habis.

Sekarang kami bisa berjuang bersama. Untuk hidup yang sudah kabur ujungnya.

****

361 kata
Img src: Heartmahadiba blogspot

---------------------------------------------

Original Post ada di sini.

Selamat :) Baru aja gabung udah langsung jadi karya terpilih. Semoga tetap ikut di prompt-prompt selanjutnya!