Kata kunci : Cinta
oleh Ajen Anjelina
Irma, Ibu mertuaku sangat menyukai bolu pandan merah. Namun dia membenciku. Setiap dia datang ke rumah aku berusaha membuatkan bolu pandan terbaik untuknya. Namun selalu dicelanya.
"Ibumu benci padaku, Raka!" ujarku menangis, mertuaku mengatakan bolu pandanku rasanya seperti nasi basi dan aku bukan istri yang becus.
"Sabarlah, Ayu." hibur Raka memelukki. "Pasti ada cara agar bolumu enak."
sebuah ide terlintas di benakku.
Malam ini malam ulang tahun Raka suamiku. Mertuaku datang berkunjung. Aku telah membuat bolu pandan merah istimewa untuknya. Saat aku mengiris bolu, Mertuaku tampak mencibir.
"Ini, Ma!" ujarku.
Mertuaku memakan bolu pandannya.
"Apa ini yang merah? Enak sekali?"
Aku tersenyum memandang suamiku yang menahan sakit luka tadi malam.
"Pewarna makanan, Ma."
***
darah Raka? widih serem
ReplyDelete